ada waktu dalam kehidupan ketika semuanya tertujuh pada satu arah .
mimpi yang kau kejar selama bertahun tahun .
kau menyerahkan segalahnya .
kau terus mengejarnya sampai tak tau berkata apa lagi .
ada waktu dimana kau lelah melakukannya
ketika kau bisa merasakan setiap aliran darah, detak jantung, semangat yang menggebuh .
itu waktu hidup untuk memperjuangkannya
waktunya sekarang !
saat kau tiba, kau sering melupakan perjalanannya .
perasaan sakit, lukanya, malam yang tak bisa tidur, pengorbanan
semua yang kau ingat hanya hal hal penting
Tak hanya mitos cinta, mitos mengenai si lajang pun banyak beredar.
Namun sekali lagi, yang namanya mitos itu tak sepenuhnya benar. Berikut
ini beberapa mitos yang salah. 1. Lajang = Tidak laku Banyak
yang memiliki status lajang murni karena pilihannya. Banyak lajang yang
tidak sempat mendapatkan pasangan karena karier yang terus melejit.
Banyak juga lajang yang masih mencari pasangan yang tepat, walau banyak
laki-laki yang menaruh ketertarikan padanya.
2. Lajang = Kesepian Terkadang
berstatus lajang justru memungkinkan seseorang untuk lebih bebas.
Mereka bisa melakukan apa yang mereka suka, mengejar impian, tanpa ada
seseorang yang membatasi. Jadi tak selamanya berstatus lajang itu
berarti kesepian.
3. Lajang = Putus asa Mungkin
memang ada beberapa lajang yang terlihat putus asa, tapi banyak juga
yang justru menikmati hidup. Menjadi lajang bukan merupakan akhir dunia.
4. Lajang = Takut komitmen Tak
selamanya seorang lajang takut akan komitmen. Mungkin saja mereka
memang belum menemukan orang yang pantas untuk mendampinginya. Jadi
jangan melulu berburuk sangka.
Nikmati masa lajang, maka cinta akan datang dan membahagiakan Anda.